Sudah Perpanjang Masa Pendaftaran Tetap Tak Ada Calon, Pemira Sejarah Bakal Diselesaikan Melalui KMI

Sumber Gambar :@kpr.sejarahundip

Meski Komite Pemilihan Raya (KPR) Sejarah telah memperpanjang masa pendaftaran bakal calon ketua dan wakil ketua Himpunan Mahasiswa (HM) Sejarah Universitas Diponegoro (Undip) selama 48 jam. Namun, hingga tenggat waktu berakhir, tetap tidak ada yang mendaftarkan diri dan terpaksa harus menggelar Kongres Mahasiswa Istimewa (KMI).

Berdasarkan agenda, masa pendaftaran calon ketua dan wakil HM Sejarah Undip 2021 adalah 23-25 Desember 2020, yang kemudian diperpanjang 26-27 Desember 2020. Namun, karena tidak ada yang mendaftar, maka pemira sejarah bakal melalui KMI pada 4-5 Januari 2021 melalui Microsoft Teams.

Ketua KPR, Yogi Aji Pangestu, menyayangkan tidak adanya yang mendaftarkan diri. Padahal, kata Yogi, KPR telah mempersiapkan segala hal agar pemira sejarah berjalan lancar. “Namun tidak ada seorangpun yang mencalonkan diri,” katanya, Rabu (30/12/2020).

Menurutnya, faktor lingkungan dan pola pikir mahasiswa sejarah dan keadaan pandemi yang membatasi banyak hal turut memengaruhi. Pemira yang dilakukan secara daring disinyalir juga menurunkan antusiasme dalam aspek kepemimpinan dan organisasi.

“Karena mungkin lingkungan yang dimaksud adalah mahasiswa itu sendiri kebanyakan memilih untuk tidak memusatkan perhatian kepada HM Sejarah dan memusatkan perhatian kepada hal lain,” ia menerangkan.

Selain itu, lanjut Yogi, banyak dari mahasiswa sejarah yang memiliki pola pikir bahwa berorganisasi menyita waktu dan tenaga. “Sehingga mereka lebih memilih mengisi kegiatan dengan kepanitiaan atau mungkin juga ada beberapa yang memilih untuk menjadi kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang),” imbuhnya.

Senada, Ketua HM Sejarah 2020, Fadhlylah Sakti Arzyandi, berpendapat, faktor situasi pandemi yang memengaruhi orang berpikir berat untuk menjalankannya. “Terlebih lagi Undip, kan, online lagi semester besok,” katanya melalui Whatsapp, Rabu (30/12/2020).

Soal tidak adanya calon sama sekali di pemira sejarah, Sakti mengaku kecewa. “Kekecewaan itu dilatarbelakangi (oleh) ada beberapa orang yang sudah coba komunikasi sama gua untuk berencana maju, tapi ternyata nihil (calon) sampai batas waktu pendaftaran yang dibuat sama KPR,” ungkap Sakti.

Ia berharap, pada KMI nanti dapat berjalan lancar dan bisa langsung untuk menentukan ketua baru. “Karena juga kan ini urgensinya lumayan penting, kalo kita ukur lewat tanggal akademik,” ujarnya.

 

Reporter: Airell

Penulis: Airell

Editor: Zanu Triyono

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top