Andi Prabowo: “Saya Menginginkan Keadilan dan Nama Baik Gamma”

Dok. Hayamwuruk/Diaz

Kamis (19/12/2024), Aksi Kamisan Semarang telah menggelar aksi untuk menuntut reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan mengadili polisi yang terlibat dalam kasus pembunuhan Gamma, Siswa SMKN 4 Semarang di halaman kantor Polisi Daerah (Polda), Jawa Tengah (Jateng)

Andi Prabowo, ayah kandung Gamma yang hadir dalam aksi tersebut menuntut keadilan dan perbaikan nama baik untuk anaknya. Dia juga meminta untuk pencopotan Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Semarang yang diduga telah melakukan tindakan rekayasa terhadap kasus pembunuhan Gamma.

“Yang dituntut yaitu nama baik dan pembunuhan, itu yang saya inginkan, keadilan yang seadil-adilnya untuk anak saya dan mengembalikan nama baiknya” Ujar Andi

Andi juga berharap ada penolakan pengajuan banding yang dilakukan oleh Ajun Polisi Inspektur Dua (Aipda) Robig, tersangka pembunuhan Gamma atas sanksi Pemberhentian Tidak Hormat (PTHD). Menurut Andi, jika banding diterima maka hal itu sudah mencoreng nama baik institusi

“Kalau banding yang saya harapkan tidak diterima, kalau diterima artinya itu mencoreng nama (-Polisi, red)” Imbuh Andi di tengah-tengah aksi

Natanael Bremana, Koordinator Aksi Kamisan menerangkan adanya perbedaan kronologi yang disampaikan oleh Bidang Profesi dan Pengawasan (Bid Propam), Kapolrestabes Semarang, dan saksi. Dia juga mendesak kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dan Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut tuntas dan memecat Kapolrestabes Semarang.

“Terkait dengan ketiga kronologi yang disampaikan oleh Bid Propam, Kapolres Semarang, dan saksi itu berbeda. Maka saat ini tuntutan kami masih sama, usut tuntas dan pecat Kapolrestabes Semarang, kami mendesak kepada pihak Kapolri dan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto” ungkap Bremana

Bremana juga menduga adanya upaya penyembunyian kasus yang dilakukan oleh pihak kapolrestabes Semarang. Dia juga menjelaskan adanya dugaan intervensi pihak kepolisian terhadap korban.

“Tentu kami menduga ada upanya persembunyian kasus, dugaan cukup kuat kerana sampai saat ini tidak ada kejelasan terkait dengan manipulasi oleh pihak adanya upaya kejelasan yang dilakukan oleh pihak Kapolrestabes Semarang, dan upaya-upaya lain adanya dugaan intervensi pihak kepolisian terhadap korban, maka saat ini kami mengecam hal itu” ujarnya

Terakhir, Brema mengancam kepada media yang melakukan intervensi kepada keluarga korban. Maka. Dia berharap kepada media untuk tetap menjalankan prinsip kejujuran, keadilan, dan kode etik jurnalistik sesuai dengan norma yang berlaku.

“Kami juga mengecam hal itu, kami berharap, media-media lainnya di seluruh Indonesia atau yang hadir pada hari ini masih memegang prinsip yang sama tentang kejujuran, keadilan, dan kode etik ditegakkan sesuai dengan mestinya” imbuhnya

 

Reporter : Indri, Khansa, Akmal, Irsyad, Farhan, Diaz

Penulis : Diaz

Editor: Farhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top