Huhate: Melihat Indonesia Lewat Media Alternatif

Dok. Watchdoc
Watchdoc, salah satu lembaga media alternatif di Indonesia berusaha memperlihatkan wajah lain Indonesia melalui beberapa film dokumenter yang menyisir pinggiran hingga pedalaman Nusantara. Salah-satunya adalah Huhate. Film yang masuk dalam list “Ekspedisi Indonesia Biru” Watchdoc ini mengangkat kehidupan nelayan, terutama di daerah Kampung Tomalu, Maluku Utara. Sorotan utama dalam film ini adalah permasalahan kapal nelayan luar dan kenaikan harga BBM.
 
”Dia (Dandhy Laksono, pendiri Watchdoc) ingin menghadirkan sisi lain di Indonesia yang tidak ditampilkan media mainstream. Selama ini kita mengalami krisis representasi, Indonesia itu luas, masalahnya banyak, tapi itu gak dihadirkan di media kita, kata Wijayanto, Ph. D, dosen Antropologi Sosial Undip dalam acara Nonton Bersama Antropoogi (Nonstop) yang diadakan KAWAN Undip pada Jum’at (11/10/2019).
 
Peranan media anti mainstream juga perlu diperlukan, hal ini dikarenakan keberadaan sepuluh media arus utama yang dikuasi oleh para oligarki. “Jadi ada sepuluh media grup yang dikuasai oligarki di Indonesia meliputi radio dan televisi dan juga (domain) dotcom” ujar Mas Wija, sapaan akrab Wijayanto.
 
Produk media anti mainstream pun tidak terbatas pada video seperti yang dihasilkan Watchdoc. Produk cetak seperti zine juga termasuk ke dalam hal tersebut. Hanya saja yang diperhatikan adalah pengaruh mereka. Mas Wija mengatakan dalam kasus Watchdoc, mereka dikatakan berhasil namun untuk para penonton televisi, mereka akan tidak berarti apa-apa.
 
“Tapi menurut saya apapun upaya untuk menghadirkan realitas yang berbeda dari media mainstream itu layak diapresiasi, dan itu menurut saya menghadirkan optimisme, Mas Wija menegaskan.

 
Reporter: Zanu, Aa
Penulis: Aa
Editor:
Qanish

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top