Tingkatkan Awareness Soal Pelecehan Seksual, Bersua-Bersuara bersama Ruang Aman Gelar Forum Melawan Kekerasan Seksual

Bidang Pemberdayaan Perempuan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) bersama Bidang Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (BEM FIB) Universitas Diponegoro (Undip) melangsungkan Forum Melawan Kekerasan Seksual pada Kamis (30/05/24) pukul 13.30 WIB. 

Forum bertajuk “Bersama Ciptakan Suara Terbuka dengan Bersua-Bersuara x Ruang Aman!!” ini digelar di pelataran crop circle Fakultas Ilmu Budaya, Undip. 

Kolaborasi antara bidang yang berfokus pada penanganan kasus kekerasan seksual tingkat fakultas ini bertujuan untuk memberikan pencerdasan kepada mahasiswa terkait pelecehan seksual serta langkah penanganannya. 

Sumber Gambar: Dok.Hayamwuruk/Diyah

Ketua Bidang Kesma BEM FIB 2024, Aliya Zahra Nugraheni, mengungkapkan forum ini tak hanya untuk meningkatkan awareness mahasiswa terkait isu pelecehan seksual, tetapi juga mengenalkan kanal-kanal aduan yang dijadikan pertolongan pertama pada kasus pelecehan seksual.

“Jadi kita menginisiasi ini untuk pencerdasan mahasiswa supaya mereka tahu jenis pelecehan apa saja dan juga bagaimana upaya kita untuk menghindari itu. Juga sebagai ajang kita memperkenalkan program kita, dari BEM FH ada Bersua-Bersuara dan di BEM FIB ada Ruang Aman sebagai bidang (yang menaungi) kanal aduan untuk korban pelecehan seksual,” ujar Aliya kepada Tim Hayamwuruk.

Pada forum tersebut, turut diramaikan oleh penampilan dari Teater Emper Kampus (Emka) yang juga mengangkat isu pelecehan seksual. Dalam aksi panggungnya, pelakon digambarkan sebagai korban pelecehan seksual yang takut untuk melapor serta bungkam atas kasus yang menimpa dirinya. Alih-alih mendapat perhatian, korban justru tidak dipedulikan  bahkan kasusnya dinomor sekiankan. 

Setelah penampilan dari Teater Emka, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh pemantik tentang apa itu pelecehan seksual, jenis-jenis pelecehan seksual, upaya pencegahan, penanganan, hingga penjelasan tentang Kekerasan Gender Berbasis Online (KGBO) yang dikaitkan dengan isu yang tengah ramai di masyarakat. 

Forum yang berlangsung kurang dari tiga jam itu mendapat antusias yang cukup tinggi terbukti dengan aktifnya para peserta forum pada sesi diskusi. Pertanyaan peserta begitu beragam mulai dari apakah pakaian dapat disalahkan dalam kasus kekerasan seksual hingga bentuk-bentuk pelecehan bagi laki-laki serta bagaimana penangannya. 

Tanazza Chinta Ariestya, Mahasiswi Antropologi 2022, mengungkapkan bahwa forum seperti ini penting di tengah maraknya aksi pelecehan seksual khususnya di lingkungan FIB.

“Menurut aku forum tadi keren banget dan berguna soalnya akhir-akhir ini sedang marak, bahkan di lingkungan FIB antara dosen dan mahasiswa, antara mahasiswa dan mahasiswa.”

Tana juga berharap bahwa forum seperti ini cukup sampai di sini dan tidak ada forum-forum lanjutan yang membahas isu pelecehan seksual.

“ Dari forum ini ya berhenti di forum ini, jangan ada forum lainnya, karena kalau ada forum lain, (menandakan) tetep ada kekerasan seksual, tetep bakal masif kekerasan seksual. Ini sebenarnya lebih ke etika kalau misalnya seseorang kalau punya etika harus lebih baik daripada seseorang yang ngga punya adab,” ungkap Tana kepada Tim Hayamwuruk. 

Penulis : Fajri

Reporter : Fajri, Diyah, Zul

Editor : Ameilia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top