Debat Akbar Pemira Undip Digelar, Atensi Mahasiswa Jadi Sorotan

Dok. Hayamwuruk/Irsyad

Setelah rangkaian panjang roadshow yang dilakukan dengan menyambangi tiap fakultas dan Sekolah Vokasi di lingkungan Universitas Diponegoro (Undip) oleh pasangan calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa-calon Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (Cakabem-Cawakabem Undip) 2025 dan calon Majelis Wali Amanat Unsur Mahasiswa (MWA UM) Undip 2025, tiba saatnya uji kelayakan para peserta Pemilihan Raya (Pemira) lewat acara Debat Akbar.

Debat Akbar digelar di Gedung Prof. Soedarto Undip pada Sabtu, 14 Desember 2025. Acara diawali dengan adu gagasan oleh calon MWA UM. Setelah sesi debat oleh calon MWA UM selesai, barulah sekitar pukul 14.00 WIB debat untuk kedua paslon Kabem-Wakabem Undip 2025 dimulai. Dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, acara untuk mengetahui kapabilitas palson resmi dibuka.

Hal menarik dari pengamatan tim Hayamwuruk yakni banyaknya bangku-bangku tak terisi di dalam Gedung Prof. Soedarto. Kursi yang tersedia hanya dipenuhi oleh Tim Sukses (Timses) dari masing-masing Paslon. Jarang sekali mahasiswa umum nampak hadir pada acara Debat Akbar yang merupakan kegiatan dalam rangkaian Pemira sebelum berlangsungnya proses pemungutan suara..

Faktor seperti acara digelar pada akhir pekan dan pekan Ujian Akhir Semester (UAS) menjadi alasan perihal sepinya acara yang menjadi ajang untuk menilai kelayakan pemimpin organisasi mahasiswa tingkat universitas itu. Dugaan ini pun diperkuat oleh salah satu anggota Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) Undip yang enggan menyebutkan namanya.

“Pertama yang membuat atensi nya lebih rendah itu karena perubahan jadwal. Dan di kita (KPPR,-red) mengambilnya (hari pelaksanaan,-red) di hari Sabtu yang seharusnya hari Sabtu itu menjadi hari istirahat para mahasiswa. Tapi mungkin aku memberi respect kepada mahasiswa yang ingin hadir pada hari ini dan situasi hari ini cukup berjalan lancar. Menurut aku ini dari sekian banyak acara (rangkaian Pemira, -red) yang telah kita jalani, ini yang paling lancar,” ungkapnya.

Meskipun atensi acara Debat Akbar dibilang rendah, hal ini tak menyurutkan semangat dari para paslon dalam menjawab pertanyaan dari para panelis. Sesi awal dalam debat diawali dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh para panelis dari unsur dosen kepada paslon.

Mulai dari komitmen membawa nama Universitas Diponegoro ke arah yang lebih baik, permasalahan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Kekerasan Seksual, hingga moralitas mahasiswa menjadi isu yang diangkat dalam sesi tanya jawab oleh para panelis. Salah satu panelis Debat Akbar, Aslama Nanda Rizal, dosen program studi (Prodi) Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB), turut mengapresiasi kualitas masing-masing paslon, tetapi ia juga menyayangkan sepinya acara Debat Akbar.

“Baik itu calon ketua maupun wakil ketua sebenarnya temen-temen mahasiswa Undip harus bersyukur. Saya melihat keduanya sangat berkualitas dan keduanya sangat menguasai permasalahan sebagai calon-calon pemimpin mahasiswa. Cuma memang saya tidak melihat kurangnya ya (acara debat,-red), tapi mungkin karena faktor hari sabtu, jam segini, dan situasi cuaca,” ujarnya.

Selain sepinya acara yang menjadi sorotan, komunikasi antara pihak KPPR dan panelis turut menjadi perhatian. Komunikasi yang mendadak menjadi pertanyaan terkait kesiapan pihak KPPR dalam acara Debat Akbar. Salah satu panelis debat yang mewakili mahasiswa, Affiq Malik Azhar, mengaku bahwa ia dihubungi oleh pihak KPPR satu hari sebelum pelaksanaan Debat Akbar.

“Saya pribadi memang cukup kecewa karena mendadak H-1 dikabari untuk menjadi panelis,” tuturnya kepada tim Hayamwuruk.

Mendadaknya pihak KPPR menghubungi para panelis juga dibenarkan oleh internal KPPR yang tidak ingin disebutkan namanya.

“Mungkin saya sedikit menjelaskan, sebenernya itu bisa dibilang benar. Karena kita menghubungi dari H-1 bahkan kalau saya boleh jujur itu saya pernah di (roadshow fakultas,-red) Psikologi itu kita menghubungi di hari H pelaksanaan. Karena menghubungi H-1 terjadilah sedikit perseteruan (ketegangan,-red) antara KPPR dengan para panelis,” sesalnya.

Meskipun kesiapan dari KPPR selama rangkaian acara Pemira mulai dari pendaftaran, pengambilan nomor, roadshow, hingga pelaksanaan debat diwarnai dengan kritik serta kekecewaan, pada acara Debat Akbar pelaksanaan tetap berjalan dengan khidmat dan serius.

Para peserta Pemira baik calon MWA UM Undip dan Cakabem-Wakabem telah menunjukan kemampuannya lewat acara debat dibuktikan dengan jawaban-jawaban mereka terkait saat sesi tanya jawab dengan panelis maupun antara sesama peserta Pemira.

Acara debat paslon Cakabem-Wakabem Undip diakhiri dengan closing statement masing-masing paslon berupa ucapan terima kasih kepada timses, patner, serta pihak-pihak yang mendukung selama pelaksanaan Pemira.

Reporter : Irsyad, Syipolo, Rana Dhia, Erinna, Fajri

Penulis : Fajri

Editor : Farhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top