
Bidang Pemberdayaan Perempuan (PP) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) pertahankan acara bedah buku Saman karya Ayu Utami di tengah hujan pada Jumat (16/5/2025) dalam kegiatan bernama Teras Muda I.
Teras Muda I mengundang Angelina Enny, seorang psikolog sekaligus murid dari Ayu Utami dalam dunia tulis-menulis. Tak hanya bedah buku, Teras Muda I juga menampilkan monolog dari Teater Diponegoro dan Band Banbinbun untuk berpartisipasi meramaikan acara tersebut.
Gege, ketua pelaksana Teras Muda I, mengatakan bahwa buku Saman dipilih karena menceritakan penggambaran tentang orde baru (orba) dan digadang-gadang cocok merepresentasikan kondisi sosial-politik dewasa ini.
“Menurut aku dan teman-teman, Saman karya Ayu Utami ini berlatar belakang orba di mana sangat cocok dengan keadaan sekarang yang bisa dibilang orba part dua. Selain itu, kami juga ingin merepresentasikan emansipasi perempuan pada zaman itu dibawa ke era modern,” jelas Gege.
Datang dari Jakarta, Angelina Enny mengungkapkan bahwa ia sangat senang diundang untuk membedah salah satu buku legendaris karya Ayu Utami ini. Ayu Utami sangat menginspirasinya dalam menulis buku. Kedekatan dengan idolanya inilah yang menjadi alasan dirinya bersedia mengisi Teras Muda I.
“Aku cukup dekat dengan Mbak Ayu Utami. Beliau adalah guru menulisku. Mbak Ayu sangat menginspirasiku dalam menulis, sehingga karya-karyaku juga menceritakan beberapa hal seperti karya Mbak Ayu. Jadi, aku memang senang sekali membedah buku Saman karena sangat mengidolakan Mbak Ayu,” ungkap Angelina Enny.
Angelina Enny juga berpesan untuk setiap perempuan di tengah hiruk-pikuk keresahan akan kekerasan yang terjadi. Ia menyampaikan bahwa sebagai perempuan, kita tidak perlu takut untuk menyuarakan ketidakadilan yang dialami, sebab sekarang perempuan tidak sendirian.
“Aku ingin perempuan berani berbicara tentang apa pun yang dialami. Kekerasan seksual wajib disuarakan dan jangan pernah takut karena kita bersama-sama. Sudah banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan komunitas yang membela korban, jadi jangan pernah takut untuk merasa setara,” ujarnya.
Reporter: Syipolo, Irsyad, Iyock, Mahes
Penulis: Marricy
Editor: Diaz