Seuntai Doa di Teras Gubernuran



📷 Doa Lintas Agama Untuk Ibu Patmi dilaksanakan di halaman kantor Gubernur Jawa Tengah pada hari Kamis (23/3).





Kamis malam (23/3) sekitar pukul 19.25,
acara Doa Lintas Agama digelar. Acara yang dimulai dengan membuat barikade
serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Padamu Negeri itu, dilaksanakan di
halaman kantor Gubernur Jawa Tengah. Setelah menyanyikan lagu, acara
dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh perwakilan dari PELITA (Persaudaraan
Lintas Agama) dan orasi yang disampaikan oleh perwakilan GMPK (Gerakan
Mahasiswa Pembela Kendeng), GBPK (Gerakan Buruh Pembela Kendeng), dan masih
banyak lagi.


Menurut Setyawan Budy selaku koordinator
orasi, Doa Lintas Agama ini diprakarsai oleh PELITA. Dalam mengadakan acara
ini, PELITA bekerja sama dengan berbagai perkumpulan yang membela warga
Kendeng. Seperti GMPK, GBPK, Rumah Pelangi, Journalist Creative, KSPN
(Konfederasi Serikat Pekerja Nasional) Jawa Tengah, LBH (Lembaga Bantuan Hukum)
Semarang, eLSA (Lembaga Studi Sosial dan Agama) Semarang, Gusdurian Semarang,
dan lain-lain.  Selain itu, Setyawan juga mengatakan bahwa Doa Lintas
Agama ini bertujuan untuk mendoakan Ibu Patmi, seorang pejuang wanita Kendeng
yang meninggal saat berusaha mendapatkan tanah Kendeng kembali, dan para
pejuang ‘lestari’ lainnya. Selain itu, acara tersebut juga bertujuan agar
pemerintah dapat memberikan solusi yang adil dalam menyikapi masalah di
Kendeng.

Sebelum acara Doa Lintas Agama ini
digelar, sudah terlebih dulu dilakukan aksi oleh mahasiswa-mahasiswa pembela
Kendeng (GMPK) bersama LBH Semarang di UNIMUS (Universitas Muhammadiyah
Semarang). Namun, Setyawan menuturkan bahwa Doa Lintas Agama ini bukan merupakan
rangkaian dari aksi lanjutan yang diadakan di UNIMUS
tersebut.          

Sebagai penutup, Setyawan menerangkan
bahwa aksi doa bersama yang dilakukan untuk mendoakan perjuangan warga Kendeng
ini, memang telah dilakukan di berbagai daerah. Namun, hanya Semarang yang baru
mengadakan Doa Lintas Agama. Sedangkan di daerah lain, aksi doa bersama untuk
Kendeng cenderung dilakukan dalam lingkup satu agama.


Setelah pembacaan doa selesai, acara
dilanjutkan dengan aksi teatrikal dan orasi yang salah satunya disampaikan oleh
GMPK. Dalam orasinya tersebut, salah satu anggota GMPK mengatakan bahwa mereka
berencana untuk melanjutkan aksi pembelaan Kendeng ini hingga ke Jakarta, pada
hari Senin (27/3) mendatang. Agung, salah satu anggota GMPK, berharap bahwa
aksi tersebut dapat menjadi aksi yang dilakukan serempak oleh mahasiswa dari
seluruh Indonesia.  Karena isu Kendeng ini sudah tidak hanya menjadi
isu regional saja, melainkan sudah menjadi isu nasional.


Agung juga menambahkan bahwa setelah aksi
yang dilakukan di Jakarta usai, rencananya GMPK Semarang, GMPK Undip, serta BEM
Undip akan berkoalisi bersama untuk mengadakan diskusi publik, guna membahas
masalah Kendeng ini.

Doa Lintas Agama ditutup dengan
menyanyikan lagu Gugur Pahlawan oleh seluruh peserta yang hadir dengan harapan
semangat para pejuang Kendeng tidak pernah luntur.  Lagu tersebut
juga dinyanyikan sebagai persembahan terhadap almarhumah Ibu Patmi.  



(Qon, Dwi/Hawe)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top