Mahasiswa Undip dan Komunitas Sumohadiwijayan Mengajak Siswa-Siswi Kabupaten Pati untuk Mencintai Sejarah Daerahnya

Dok. Pribadi
Panas terik matahari tidak memadamkan semangat puluhan siswa-siswa SMA/sederajat yang tergabung dalam Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) Kabupaten  Pati untuk mendengarkan cerita sejarah dari Komunitas Sumohadiwijayan dan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) di Balai Desa Kajen Margoyoso, Sabtu (5/5/2018).

Mereka berangkat ke Desa Kadilangu dengan menggunakan pickcup. Sesampai di sana, mereka diajak berkunjung berziarah di beberapa tempat antara lain ;  makam kanjengan KH. Ahmad Mutamakkin- penyebar agama Islam pertama di  Kajen- ,  Masjid Jami’ Kajen serta berkeliling di pondok pesantren tertua yang ada di Desa Kajen.

Seusai berziarah, mereka diajak  ke sebuah masjid kuno yaitu Masjid Jami’ Kajen.  Masjid tersebut merupakan masjid pertama di Kajen yang sampai sekarang sudah mengalami perluasan dan renovasi dengan gaya khas perpaduan kuno-modern. Gaya khas kunonya terdapat dalam pusat bagian masjid dan gaya modernnya untuk teras dan halaman parkir masjid.

 “Di dalam masjid Kajen ini banyak peninggalan mbah Mutamakkin yang sampai sekarang masih terawat dan masih digunakan,” ungkap Zuli Rizal, ketua Komunitas Sumohadiwijayan.

Ia menambahkan salah satu ikonik yakni mimbar untuk khotbah Jumat yang terdapat lambang naga, gajah, dan kuntul (bangau) nucuk bulan. Ketiga lambang tersebut, kata Zuli,  memiliki makna tersendiri yang merupakan cerminan dari masyarakat Kajen untuk selalu berbuat dan bekerja secara baik dan memiliki mimpi yang tinggi.

Kunjungan mereka diakhiri di salah satu pondok tertua di Kajen, yang disebut juga dengan pondok tengahan untuk istirahat dan mengabadikan momen.
Oleh : Faiz Pajaran (Sejarah), Ilham (Fisika), Kencana (Biologi),Novita (Fisika).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top