Watak Kejahatan
Hampir setiap hari kita mendengar tentang kejahatan. Kejahatan memberikan efek kepada si pelaku dan si korban dengan watak-wataknya yang mencemari diri, lingkungan, dan orang-orang di sekitarnya. Kejahatan ada untuk mengalahkan kebaikan, menentang kebaikan, atau untuk mendapatkan kekuasaan. Namun, kejahatan ini memberi warna kehidupan. Karena kewajaran hidup dengan seperangkat sistem yang normal tidak akan ada dinamisasi […]
Surat Terbuka untuk PD III dan Fakultas
Kami, panitia Diskusi Publik: Formalisasi Islam, Solusi atau Masalah menyampaikan permohonan maaf atas pemalsuan tanda tangan PD III yang kami lakukan dalam surat izin kegiatan. Hal itu kami lakukan karena pada saat menjelang kegiatan, sudah beberapa hari PD III tidak ada di tempat. Dikabarkan sedang di luar kota. Memang perizinan tempat sudah diberikan oleh pihak […]
Soal Happening Art Hysteria
Sehubungan dengan dengan diadakannya Performance Art pada tanggal 16 April 2007 (hasil kerjasama Balikkanan, Hysteria dan Teater Emka), kami dengan ini menyatakan permintaan maaf kepada sivitas akademik, khususnya Fakultas Sastra Undip, karena kegiatan yang kami laksanakan telah meresahkan kalangan kampus. Hal itu terjadi karena kurangnya koordinasi diantara panitia. Semoga kekhilafan kami dapat dijadikan maklum dan […]
Ironi Mahasiswa Sastra
Anemo mahasiswa Fakultas Sastra terhadap agenda kampus menurun. Apakah acara yang ditawarkan kurang menarik atau pihak penyelenggara kurang publikasi. Atau jangan-jangan kita sebagai mahasiswa sastra sudah tidahk mau tahu tentang semua itu? Tidak semua sih, tapi hanya beberapa. Saya mengambil 2 contoh kegiatan yang telah berlangsung kemarin . Pertama pada kegiatan UKM EXPO (16-18 november […]
Perang Isu Tempel dan Ancaman Mengerikan
Dalam surat pembaca ini saya ingin merekap lagi isu yang beberapa minggu lalu menjadi perbincangan hangat di Fakultas Sastra yang tercinta ini. Wahh…Sastra sekarang rame ya? Kemarin teman-teman sudah baca “Perang Surat Terbuka” hampir di semua papan pengumuman kan? Diawali dengan surat terbuka dari Komunitas Responsif yang didukung oleh GMNI Komisariat Sastra dan GMNI yang […]
Tak Bertepuk Sebelah Tangan
Pengantar Redaksi Hawe Pos Edisi 22 | V | Mei 2007 Hawe Pos edisi Desember 2006 lalu, mengangkat masalah parkir di Fakultas Sastra Undip. Saat mahasiswa baru angkatan 2006/2007 mulai aktif kuliah, halaman fakultas sastra tak mampu menampung seluruh sepeda motor. Kebanyakan dari mereka megendarai sepeda motor. Tak ada tempat lengang di kampus, seluruh halaman […]
Gerilya NII Al Zaytun di Kampus Sastra Undip
Kali pertama saya mendengar pengakuan dari Ema, mahasiswa semester IV di Fakultas Sastra Universitas Diponegoro. Suatu kali ia diajak seorang temannya bernama Ratih untuk membeli flash disk di Java Supermall, salah satu mall terbesar di kota Semarang. Teman Ema itu bilang, ada pameran komputer di sana. Tanpa curiga, Ema menerima ajakannya. Sesampainya di Java Supermall […]
Ketika Syariat Berwajah Ganda
Oleh Gema Yudha Krisis multidimensi yang menimpa bangsa Indonesia sekarang ini ditanggapi secara beragam oleh kalangan umat islam. Salah satunya, diusulkan perlunya menerapkan syariat Islam sebagai landasan hukum negara. Dengan pemahaman ini, syariat Islam diyakini dapat menjadi solusi atas peliknya persoalan yang menimpa bangsa Indonesia, mulai dari masalah KKN hingga kemiskinan. Demikian dikupas dalam diskusi […]
Diskusi “Membaca Geliat Penyair Muda Tiga Kota”
Dunia kepenyairan di negeri ini tampaknya jauh lebih dinamis bila dibanding dengan perkembangan dalam dunia prosa. Kenyataan ini bisa kita temukan dalam media-media lokal maupun nasional yang memuat puisi dalam edisi . Di sana kita akan menemukan beberapa nama baru, nama-nama yang tidak itu-itu saja. Tak tanggung-tanggung, penyair yang secara usia masih bisa dibilang belia, […]
Aksi Nekat Seniman Muda
Dua laki-laki duduk di bangku beton. Satu berambut gondrong ikal, satu lagi rambutnya ditata rapi. Keduanya duduk bersebelahan, mengapit sebuah pot bunga yang sengaja diletakkan di atas bangku beton. Laki-laki berambut gondrong yang duduk di sebelah kiri menebar senyum ke arah teman pria di sebelahnya seraya memberikan anggukan. Ia menenggak air mineral kemasan gelas plastik. […]