Tak Bertepuk Sebelah Tangan

Pengantar Redaksi Hawe Pos Edisi 22 | V | Mei 2007

Hawe Pos edisi Desember 2006 lalu, mengangkat masalah parkir di Fakultas Sastra Undip. Saat mahasiswa baru angkatan 2006/2007 mulai aktif kuliah, halaman fakultas sastra tak mampu menampung seluruh sepeda motor. Kebanyakan dari mereka megendarai sepeda motor. Tak ada tempat lengang di kampus, seluruh halaman sesak dengan kendaraan. Bahkan parkir sepeda motor telah sampai ke depan ruang jurusan, sastra Indonesia maupun sastra Inggris, yang pada dasarnya bukan lahan parkir. Pihak fakultas menawarkan solusi, Fakultas sastra akan dipindahkan ke Tembalang, 2009, tahun depan. Jikalau menunggu sampai 2009, bagaimana nasib sepeda motor mahasiswa yang tiap tahun akan terus bertambah? tentunya seiring bertambahnya mahasiswa dengan sepeda motornya.

Apakah mungkin ada pembatasan sepeda motor masuk ke kampus sastra? Jika ya, adilkah jika diberlakukan bagi seluruh mahasiswa dan bagaimana sistemnya? Falkultas tak ada niatan membatasi sepeda motor. Mahasiswa tak perlu khawatir. Pihak fakultas ternyata menanggapi liputan Hawepos edisi Desember. Mereka akan membangun lahan parkir baru bagi mahasiswanya. Jangan senang dulu, baru rencana. Selokan yang ada di depan Fakultas Sastra beserta perikanan menjadi lahan parkir baru, rencananya. Lahan tersebut sebenarnya bukan milik Fakultas, tetapi kepunyaan pemerintah kota Semarang. Berkenaan dengan itu, Dekan Fakultas Sastra, Prof. Dr. Nurdien H.K. MA, telah mengirimkan surat ijin kepada pihak pemkot, 13 April 2006 lalu. Masalahnya sampai sekarang ijin itu belum disetujui.

Tindakan fakultas memang terbilang bagus. Menutup selokan untuk dijadikan lahan parkir, alternatif yang mungkin dilakukan fakultas saat ini. Tapi, bukan tidak mungkin menghabiskan dana dalam jumlah yang tidak sedikit. Belum lagi masalah keamanan dan nasib pedagang kaki lima yang berjualan di depan kampus juga harus dipikirkan.

Jika teman-teman ingin tahu lebih jauh mengenai rencana fakultas, membangun lahan parkir baru, kami telah meliputnya dengan tuntas. Dalam rubrik headline pembaca akan mengetahui lebih jauh mengenai hal itu. Kapan dan bagaimananya rencana penutupan selokan tersebut, tentunya sebagai lahan parkir baru. Setuju atau tidak terserah anda. Kami hanya menyediakan liputan yang akurat.

Untuk rubrik Teropong, kami menyuguhkan liputan yang tak kalah menarik. Masalah SIM (Sistem Informasi Manajemen) yang akan diterapkan di Sastra turut melengkapi newsletter edisi kali ini. Dengan adanya SIM ini diharapkan akan mempermudah mahasiswa dalam menginput data ke komputer. Pihak fakultas akan membuat progam SIM tersebut layaknya yang ada di Fakultas Ekonomi. Wah enak sekali jika rencana itu segera terwujud. Sayangnya rencana hanyalah rencana. Tak tahu kapan relisasinya. Yang penting rencana dulu, realisasi kapan-kapan, kali ya? Hush, semuanya kan harus direncanakan dulu!

Pemimpin Redaksi
Eka Harisma

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top