Ironi Mahasiswa Sastra

Anemo mahasiswa Fakultas Sastra terhadap agenda kampus menurun. Apakah acara yang ditawarkan kurang menarik atau pihak penyelenggara kurang publikasi. Atau jangan-jangan kita sebagai mahasiswa sastra sudah tidahk mau tahu tentang semua itu?

Tidak semua sih, tapi hanya beberapa. Saya mengambil 2 contoh kegiatan yang telah berlangsung kemarin . Pertama pada kegiatan UKM EXPO (16-18 november 2006) lalu. Dapat dilihat acara yang digelar selama dua hari itu sepi pengunjung.

Yang kedua adalah diskusi `Ngobrol Bareng Andria Hirata` kemarin. Saya kebetulan mengikuti acara tersebut. Peminatnya lumayan banyak, tapi beberapa menit kemudian, peminatnya berangsur-angsur berkurang. Padahal acara belum selesai. Saya kemudian bertanya kepada beberapa mahasiswa yang meningggalkan tempat sebelum acaranya selesai. “Mbak, acaranya kan belum selesai, kenapa sudah pulang?” tanyaku. Jawaban mereka bervariasi. Ada yang benar-benar tidak punya waktu dan ada yang tidak tertarik dengan acara tersebut. Ada juga yang menjawab seperti ini ” Tadinya sih saya dan teman-teman sudah duduk di situ, tapi berhubung kami tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang sedang dibicarakan oleh pembicara, yach…kami cabut aja, lagian sih speakernya enggak jelas!”

Bagaimana sih suatu acara seperti seminar, diskusi, expo, dan sejenisnya bisa dikatakan sukses? Hal ini bisa dipandang dari beberapa pihak. Diantaranya,pihak pertama panitia penyelenggara acara. Yang memandang bahwa acara sukses jika anemo peserta (mahasiswa) terhadap acara tersebut tinggi. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya penonton yang memenuhi mimbar acara serta sejauh mana mereka fokus terhadap acara yang berlangsung. Pihak kedua, biasanya dari pihak sponsor atau pihak yang mengenalkan produknya kepada konsumen. Misalnya, produknya adalah buku. Yang menganggap acara sukses, jika penonton/peserta tertarik atau bahkan membeli produknya.

Dari sinilah terlihat jelas, banyaknya massa/penonton/peserta/mahasiswa menjadi tolok ukur suksesnya suatu acara.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada teman-teman. Tulisan ini hanya sekedar uneg-uneg saya saja. Marilah kawan meramaikan kampus Sastra kita, dengan mengembangkan minat dan bakat yang mendukung akademik kita. Bolehlah berkegiatan yang berbau hobi atau pengisi waktu luang, tapi semoga hanya untuk intermezzo saja. Sehingga, jika ada banyak lagi acara seperti seminar, pelatihan, diskusi ilmiah, bedah buku, dan agenda kampus sejenisnya di kampus kita, pasti partisipasi mahasiswa akan lebih banyak.

Aliya, Mahasiswa Sastra Inggris 2005

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top