Perpusku yang Malang

Tahun ajaran baru, setiap mahasiswa ditarik iuran perpus. Apalagi kenaikan tahun ini dinilai cukup tinggi dari tahun sebelumnya.

Namun, bagaimana realisasinya? Kondisi perpus masih saja sama, memprihatinkan. Untuk mencari satu referensi saja harus membolak-balik buku dari rak satu ke rak lain. Dari satu ujung ke ujung yang lain. Bahkan, buku-bukupun terkesan kurang terawat.

Apakah para pegawainya itu terlalu sibuk, hingga penataan buku saja masih semrawut. Saya terkadang heran melihat petugasnya yang main game di komputer. Sebenarnya tak jadi soal, jika tugas dan tanggung jawabnya telah terpenuhi. Mungkinkah karena tidak adanya komplain dari mahasiswa sehingga mereka adem ayem. Jangan mentang-mentang sebagai yang linuwih lalu hak mahasiswa dikesampingkan dong?

Buku-buku terbitan anyar pun masih minim. Kalaupun ada, sepertinya hanya dipajang saja. Terus apa gunanya buku itu kalau hanya dijadikan hiasan semata. Bukankah buku itu ada untuk dibaca?

Teman saya, pernah saya ajak untuk cari referensi di sana? Namun, ia menjawab dengan enteng, “Males ah, kondisinya aja kayak gitu. Nggak teratur”.

Semestinya perpustakaan memberikan layanan peminjaman buku-buku pendukung perkuliahan. Jadi tidak hanya menerima laporan peminjaman dan pengembalian, namun juga mengatur letak buku di rak yang semestinya. Sehingga pengunjung yang hadir pun akan merasa nyaman saat masuk perpus. Semoga perpus bisa dibenahi secepatnya.

NN
Mahasiswa Sastra 2005

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top