Sukemi dan Sedulurnya Menjemput Keadilan

Oleh: Resza Mustafa Reporter: Risma Widyaningsih dan Hendra Friana Hari masih gelap gulita kala itu. Hawa dingin pun tak menyurutkan tekad segerombolan orang berpakaian Jawa serba hitam yang berjalan seperti perajurit perang. Dengan nafas terengah-engah mereka menelusuri jalan pantura Kudus, Senin (16/11). Dengan menggendong tas dari kerdus yang berisikan perbekalan seadanya dan bendera Indonesia di […]

Pemenang Foto Terbaik dalam Seminar Visual Journalism

Seminar Visual Journalism ‘Pelatihan Ilustrasi dan Fotografi Jurnalistik’ yang diselenggarakan oleh LPM Hayamwuruk pada 24 Oktober 2015 lalu banyak bercerita tentang sisi artistik dari suatu berita, yaitu ilustrasi dan fotografi jurnalistik. Tanpa ada salah satu dari hal tersebut, tulisan akan menjadi hal utama yang kurang menarik. Karena itulah HaWe mendatangkan dua alumnus kami yang sudah […]

Kamadiksi Undip Gelar Pelatihan Menulis Karya Ilmiah

Oleh: Fakhrun Nisa Reporter: Diah Wahyu A dan Risma Widyaningsih Universitas Diponegoro telah mencanangkan diri untuk menjadi Universitas Riset pada tahun 2020 mendatang. Hal ini sebagaimana termaktub dalam visi Undip yang menyebutkan bahwa, “Pada tahun 2020, Undip merupakan Universitas Riset yang unggul”. Oleh karena itu, tidak dipungkiri lagi bahwa “virus” penelitian ilmiah menyebar ke berbagai […]

Musim Panas di FIB

Oleh: Risma Widyaningsih  Reporter: Nurul Maulina   Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang (FIB Undip), tampak berbeda pada hari Minggu (08/11/2015). Suasana bernuansa Jepang menjadi pertanda Festival Orenji sedang berlangsung kala itu. Terlihat beberapa panitia menggunakan happi (rompi tradisonal jepang berlengan lurus) berwarna hijau dan deretan pengunjung memenuhi pintu masuk. Tidak sekadar untuk memberikan tiket […]

Gita Bahana Arisatya Helat Konser Perdananya

Oleh: Hendra Friana DISOROT lampu terang, delapan perempuan mengenakan hanbok muncul dari balik panggung. Diikuti delapan laki-laki berkemeja hitam dengan dasi ungu terjuntai di kerahnya, mereka membentuk tiga banjar: empat-empat-delapan—perempuan di tengah dan depan, laki-laki di belakang. Seorang dirigen bertubuh sintal telah lebih dulu berada di panggung itu. Berdiri membelakangi penonton, perlahan ia mengayunkan kedua tangannya. Sejurus kemudian […]

Back To Top