Category: Opini

Opini

Nepotisme Berkedok Prerogatif ala BEM FIB Undip 2024

Jika tulisan opini sebelum ini tidak juga membuat Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (BEM FIB) Undip 2024 sadar dan wawas diri, penulis meminta tolong kepada para Dewan Inspektorat atau bahkan tangan kanannya untuk memberikan serta membacakan opini ini di depan wajahnya langsung, barangkali ia bertaubat dan cepat-cepat meminta maaf.  Mengaca pada pemilihan umum […]

Memahami Lagi Pesantren

Belakangan ini publik berulangkali dihebohkan dengan berita tewasnya santri dikeroyok atau menjadi korban kekerasan di beberapa pesantren di Indonesia. kejadian ini juga diperparah dengan pihak pengurus pesantren yang mencoba untuk menutup-nutupi kasus yang ada sehingga membuat kepercayaan publik terhadap pesantren pun menurun. Rentetan kasus yang muncul menumbuhkan image bahwa pesantren adalah tempat pendidikan yang keras […]

Bahaya Nepotisme dalam Politik Kampus

Organisasi mahasiswa (ormawa) seringkali disebut sebagai salah satu media untuk mewadahi bakat dan minat mahasiswa, serta menyumbangkan berbagai ide untuk mewujudkan visi misi bersama. Tujuan utamanya adalah fokus pada pengembangkan softskill para anggota ormawa dengan mengadakan rangkaian kegiatan yang dapat dinikmati seluruh mahasiswa terkait. Salah satu organisasi yang dianggap amat berpengaruh dan berperan penting dalam […]

Investasi Asing di Mata Tan Malaka

Pemerintahan Joko Widodo sering kali mengandalkan investasi asing sebagai mantra ajaib untuk menjalankan program-program pembangunan neo-liberal di penjuru negeri. Kapital asing dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Tiongkok dan Jepang, juga dari negara-negara kaki tangan imperialis seperti Uni Emirat Arab atau Korea Selatan telah membanjiri negeri dan menguasai sumber-sumber daya alam yang vital. Proyek-proyek strategis […]

Krisis Demokrasi di Tahun Vivere Pericoloso

Tahun Vivere Pericoloso adalah istilah yang dikenal di Indonesia pada tahun 1960an, pada masa rezim Sukarno, yang dikenal karena menjadi judul pidato 17 Agustus 1964. Pidato ini kemudian dikenal dan disingkat menjadi Tavip. Tapi apa sebenarnya arti “Tahun Vivere Pericoloso” itu? apa kaitannya dengan krisis demokrasi yang terjadi di negara ini? Vivere Pericoloso merupakan istilah […]

Negara Dalam Pusaran Drama Politik Jokowi

Makin hari makin tidak karuan drama yang dipertontonkan oleh pemerintahan Jokowi. Drama yang alur ceritanya mudah ditebak, deretan pemain yang membosankan, properti drama bermutu rendah, musik yang tidak sesuai adegan, sampai pada ending yang tidak membuat penonton bertepuk tangan. Untuk sebuah drama yang memakan biaya produksi sangat tinggi, ini sangat memalukan. Sebagai kepala negara, Jokowi […]

Sebuah Refleksi: Benarkah Bunuh Diri Bukan Opsi Solusi?

Hidup akan dimulai lagi ketika neraka sudah usai. Ernest Hemingway, 1981. Bunuh diri. Sebuah fakta eksistensial atas tindakan manusia sebagai individu otonom atas keputusannya dalam bertindak yang tidak terikat baik-buruk secara etis dan salah-benar secara agama. Beberapa manusia menyepakati bahwa bunuh diri adalah tindakan melenyapkan diri. Namun di luar makna sempit tersebut, bunuh diri dianggap […]

Pertimbangan Etis untuk Golput

Sudah tidak terasa pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden semakin dekat. Namun seiring berjalannya waktu, timbul berbagai masalah yang membuat hati dan pikiran ragu untuk menggunakan hak suara. Bahkan beberapa orang mulai lelah dan menyerah terhadap situasi politik saat ini. Sehingga banyak juga orang yang tidak akan menggunakan hak suaranya atau biasa disebut dengan golput […]

PoliTAIment: Slepetan Sarung, Gemoy, dan Salam Tiga Jari

Kita kembali lagi pada kontestasi politik 5 tahunan yang akan menentukan siapa pemimpin Indonesia 5 tahun ke depan. Tapi ada yang berbeda dari kontestasi politik tahun ini. Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 diwarnai dengan banyaknya penyuguhan “politik menghibur’ di media sosial dengan narasi bahwa hal tersebut adalah komunikasi politik ala anak muda. Mengingat bahwa Pilpres 2024 […]

Seni Mencintai: Polemik Ke-Subjek-an dalam Problem Eksistensial Manusia

Pemenuhan hasrat merupakan substansi primer dalam kehidupan manusia. Hasrat menjadi entry point terwujudnya sebuah kebebasan dan kemerdekaan yang selalu diidamkan oleh manusia sebagai subjek. Manusia sebagai subjek memiliki indikasi sebagai seorang diri yang mengkaji dirinya sendiri. Dengan ini, hasrat bertindak sebagai kastrasi yang tak terpisahkan dari manusia itu sendiri. Berjalan lebih jauh mengenai eksistensi hasrat, […]

Back To Top